Tuesday, January 8, 2008

^A Choice I Lay With^

Dearest dear....

Day by day walk by, along with those day, i'm sure that there's God's hands arrange us beyond

Just like my faith that ensure me how i love you more and more each day.....

Someday I might be melt along with those melting dow, deminished untracked

or someday i might be stand next to your missable body, build our hope with blessings.

That a lot of things that we have to discuss further, it's only a ritual in a relationship journey

and just like what we've discussed before, that our struggles was nothing beyond this journey itself..and it might be zero step.

A choice that i've had to choose is depends on how we can fulfill our dreams

Because those choice will determine our life further. Altohugh dear...sometimes i feel miserable

but sometimes i feel happy with you by my side.

Fights, tears, laughs, smiles, words, songs, prays, letters...came along in our days.

I don't want to regret everything...and please God don't let me regret this...

I want to spend my lifetime with you i lay with...

January 2008

-AAR-

*Menerjemahkan Kasih dan Sayang*

Yups, beginilah salah satunya menjabarkan dari rasa kasih dan sayang. Menyalakan komputer dan mulai menuliskan sesuatu untuk di posting di blog nya. Ini hanya salah satu saja bentuk dari ekspresi kasih dan sayang, masih banyak lagi bentuknya yang lain. Bahkan terkadang tidak melulu yang indah-indah. Ada yang lebih jujur, misalnya saja--Maaf "Mbull", ini juga sama, ekspresi dari kasih dan sayang, karena di ucapkan dengan penuh cinta yang jauh dari tendensi untuk membenci apalagi "Mbull" juga diucapkan jauh dari rasa tidak suka.

Lebih jauh, menerjemahkan kasih dan sayang juga bisa dengan hasrat, niatan baik untuk bisa di wujudkan secara bersama-sama. Dalam konteks ini kasih dan sayang perlu dijabarkan dengan komitmen dari semua fihak yang ingin terciptanya kasih dan sayang. Untuk itu, menerjemahkan kasih dan sayang dibutuhkan kedewasaan, serta kebijkasanaan.

Untuk kekasihku, maaf--ternyata kita masih perlu menerjemahkan kasih dan sayang kita, yang awalnya terdengar begitu sederhana..

Cilegon, 05 Januari 2008

-HF-

Tahun Yang Baru

Suasana begitu gebyar penuh suka cita. Warna-warni kemeriahan pesta begitu terasa dimana-mana. Muda mudi hiruk pikuk tertawa, bergerombol. Suara terompet awal tahunpun bersahutan dengan indahnya kembang api, meskipun tahun baru kali ini di dera musim penghujan, namun sepertinya tidak menyurutkan meriahnya penyambutan atas tahun yang baru.

Begitulah suasana penyambutan pergantian tahun. Lantas pertanyaanya adalah apa sebenarnya yang mesti dilakukan dengan tahun yang baru? Sehingga banyak orang, terutama bagi mereka anak-anak muda, perlu menyambutnya sedemikian rupa, bahkan terkadang sepertinya begitu berlebihan. Adakah yang istimewa dengan tahun yang baru? kalaupun ada yang terasa istimewa di tahun yang baru, lantas apa hubungannya dengan tahun yang baru? bukannya semua itu karena faktor sang waktu yang terus berjalan? jadi baru atau tidaknya tahun tidak banyak mempengaruhi setiap femonomenanya?

Tapi baiklah, sepertinya kita tidak perlu begitu ngotot memperdebatkan tahun yang baru ini. Bagi saya, tidak begitu penting apakah tahun ini menjadi baru atau tahunnya masih yang lama, karena itu hanya proses kerja yang bersifat mekanistik saja, yang bergerak seperti robot yang di stel. Bagi saya, terus mencoba untuk memaknai setiap aktifitasnya agar dapat ternikmati menjadi lebih penting ketimbang memikirkan tahun yang baru. Bahwa kehidupan sesungguhnya sangat sayang untuk dilewatkan dengan tanpa menyadarinya[]

Refleksi akhir tahun, selamat datang tahun yang baru...

Cilegon, 01 Januari 2008

-HF-

Thursday, January 3, 2008

Happy New Year.....

Fuhhh, gak kerasa tahun 2007 udah kelewat, dan Alhamdulilah tahun 2007 bisa kami lalui dengan baik-baik saja tanpa kekurangan apapun, meski negeri ini diguncang hebat oleh berbagai macam bencana alam, musibah, dan kecelakaaan tansportasi darat-laut-udara-terutama bencana alam yang melanda negeri ini di akhir tahun 2007...bagaimanapun semuanya sudah digariskan Tuhan.

Tanggal 31 Desember pagi kemarin, guwe bokap n nyokap pergi ke Jakarta untuk nengok nenek (setelah sekian waktu sudah lumayan kondisinya, tanggal 30 Desember kemarin kita ditelpon tante di Jakarta ngabarin kalo nenek nge-drop lagi). Hari itu keluarga besar Raintung ngumpul, secara malemnya pergantian tahun..tapi bokap-nyokap emang rencananya gak taun baruan d Jakarta. Dan guwe, atas desakan sepupu-sepupu, nginep dan taun baruan di Jakarta. Malam itu kita putuskan untuk melewati malam taun baru di Citos, dan kami berlima pun berangkat... wew... guwe yang notabene dari kampung, kaget ngeliat orang tumplek blek di dalam satu mall. Entah apa tujuan mereka, dan entah juga apa tujuan guwe ikutan kesitu..yang guwe pikirkan saat itu adalah "it doesn't looked like my lifestyle". Malam itu Citos seperti suasana klub-klub malam tempat anak-anak muda gaul clubbing..diiringi lagu yang menghentak-hentak, memaksa tubuh untuk bergoyang..lampu-lampu sorot berwarna-warni liar menjelajahi seisi mall ini, kemudian manusia-manusia di dalamnya yang berasal dari berbagai macam suku bangsa, pakaian, gaya, dandanan...Komunikasi dilakukan dengan teriak-teriak kayak di alas roban, gak kedengeran. Saat itu guwe ngerasa bahwa guwe tidak sedang berada di Indonesia, maklum kelamaan tinggal di Yogyakarta, dan cuma sekali clubbing, dan itupun di Yogya, sekalian nonton konsernya Samson.

Gak lama kemudian, sirene berbunyi...sepupu guwe bilang..."sexy dancer nya keluar...", hah?? pake sexy dancer?? security Citos pun sibuk menghalau pengunjung, supaya gak berhenti dan melototin tuh sexy dancer yang akan mengakibatkan pengunjung di belakang kita gak bisa jalan karena macet..yah pak..namanya juga pertunjukan, pertunjukan ngapain diadakan kalo bukan buat ditonton...nah untuk perlakuan dari security nya, sepupu guwe yang paling kecil sewot banget...guwe cuma senyum-senyum aja, dan bilang "gimanapun mereka melakukan tugas yang udah dikasih ma bos mereka, dan kalo mereka gak ngejalaninnya, bisa-bisa mereka disemprot, tau 'ndiri kalo dah menyangkut keamanan dan pengamanan pasti mereka ngerasa yang paling bener dah.....". Tapi yang guwe liat bukan sexy dancer, melainkan skinny dancer, karena dancer-dancernya kurus-kurus banget, dengan pakaian yang emang seksi..dengan tema tarian yang juga gak jelas...

Hampir 1 jam bolak balik nyari tempat duduk, akhirnya dapet juga di sebuah kafe kopi gitu..dan malam itu guwe lewatin dengan datar-datar aja, badan guwe saat itu emang ada disana, tapi gak jiwa guwe, berkelana nyampe ke Serang..berangan, mungkin lebih enak, asik, dan nyaman kalo guwe ada di Serang ama bokap nyokap, atau ama Oppa..karena memang saat itu guwe ngerasa bener-bener gak nyaman. Saking gak nyamannya, ntah karena masuk angin plus kebanyakan makan yang macem-macem, malem itu guwe mabok, beberapa kali muntah-muntah..tapi bukan karena minum alkohol. Duh Gusti..pengen pulang....hiks hiks hiks...! Alhasil, isi perut guwe habis dalam tiga ronde huek-huek satu malam..hehehehehehe..

Hmm, gaya hidup udah memaksa kita untuk menjalani hal-hal yang sama sekali bukan kebudayaan kita, tapi ini budayanya kaum hedonis..bersenang-senang...ketika jam menunjukkan pukul 24.00, kita menghitung mundur..sampai lewatlah tanggal 31 Desember 2007 menjadi 01 Januari 2008, semua terompet yang ada dibunyikan, beberapa bartender menyemprotkan whiskey ke pengunjung, sebuah jaring berisikan puluhan balon dilepas, yang denger-denger di dalam balon itu ada door proze nya..tauk bener atau nggak. Lalu setelah itu??? Bingung jadinya, niat guwe mau menanti taun baru, tapi malah terdampar di tempat antah berantah yang gak sreg ama guwe, melongo liat gaya hidup muda mudi masa kini yang...yang apa yah???

Yah, memang setelah melihat pertunjukan pergantian tahun, lalu kita mau apa?? pulang, dan bertingkah laku seperti hari-hari kemarin? melewatkan malam sampai pagi dengan kekasih atau teman-teman tercinta, habis itu tidur karena kecapekan dan bangun dengan semangat yang sama aja dengan kemarin-kemarin? hmmm entahlah....

Yang jelas hidup harus dilewatkan dengan bervariasi, dan dalam setiap tahunnya mesti ada resolusi, untuk memacu kita mencapai hal-hal tertentu yang kita inginkan sesuai dengan target. Dan ketika mama nanya resolusi guwe tahun ini, guwe jawab "lulus...kerja...dan nikah"..mama pun tersenyum dan mengatakan.."kalo begitu harus ngoyo biar tercapai.."..amin ya mam..

So for all of you, Happy New Year 2008..May God Always Bless Us..Coz whatever happened, it won't happend without God's plans..as a human being, we only could hope that God will always give us strength, faith, love, blesses, and health to get through those plans... Amien.


Serang, 02 Januari 2008

-AAR-